Wednesday, 29 February 2012
To be world class university
Wednesday, 18 January 2012
7 alasan mengapa kuliah di Jerman Fardhu Ain hukumnya
Sunday, 18 December 2011
Table Manners
- Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan
- Berbicara dengan volume suara yang rendah
- Tutupi mulut saat batuk atau bersin
- Jangan menyandarkan punggung di sandaran kursi
- Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan
- Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan
- Jangan mengejek atau memberitahu seseorang bahwa dia memiliki etika makan yang buruk
- Jangan bersendekap di meja makan
- Selalu meminta ijin ke empunya acara saat akan meninggalkan meja makan
- Jangan menatap mata orang lain saat dia sedang makan
- Jangan berbicara di telepon di meja makan. Meminta ijinlah saat anda benar benar harus menjawab telepon, dan meminta maaflah saat kembali.
- Jangan menimbulkan suara saat memakan sup
- Letakkan garpu di sebelah kiri dan garpu disebelah kanan bersama-sama di arah jam 5 di atas piring dengan bagian pisau yang tajam menghadap ke dalam. Ini menandakan bahwa anda telah selesai makan.
- Lap yang disediakan di atas meja tidak boleh digunakan
- Jangan menghilangkan ingus dengan lap tangan. Lap yang disiapkan untuk anda hanya untuk membersihkan mulut bila kotor
- Jangan mengambil makanan dari piring orang lain dan jangan memintanya juga
- Telan semua makanan yang ada di mulut sebelum minum
- Jangan menggunakan tangan saat mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut, gunakan tusuk gigi
- Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan
- Tawarkan ke orang di sebelah anda saat anda akan menuangkan minuman ke gelas anda
- Sisakan makanan sedikit bila anda tidak ingin atau tidak sanggup menghabiskan makanan
- Tunggu ada aba-aba untuk mulai memakan makanan yang dihidangkan
- Menambahkan bumbu setelah mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki
- Kecuali di restoran, jangan minta untuk menyingkirkan sisa makanan anda kecuali acara makan sudah selesai dan jangan pernah melakukan bila diundang ke acara formal.
- Jangan lupakan satu hal yang umum, jangan lupa untuk selalu mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ setiap kali anda meminta bantuan
Saturday, 19 November 2011
Konsistensi melahirkan eksistensi
Sunday, 18 September 2011
Karena pemuda adalah potensi
Friday, 11 February 2011
Sagralmu wen, kelas hide??
Itulah kosakata yang dihafal oleh kawanku pada hari pertama kami terjun kelapangan melihat medan baksos. Desa Burlah memang dihuni oleh penduduk yang kebanyakan dari suku Gayo. Mereka berinteraksi dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Gayo, memang ada beberapa kosakata yang sama dengan bahasa Aceh, namun kebanyakannya berbeda, sehingga kami berkesempatan untuk mempelajari uniknya bahasa gayo. Akupun bersemangat untuk mengingat dan mempelajarinya, siapa tahu nanti bisa jadi orang gayo.. hehe..
Ada cerita lucu dibalik sejarah kenapa kami sangat mengingat kosakata “sagralmu wen, kelas hide”. Pada hari pertama kami baksos, kawanku bersama relawan dari divisi pendidikan melakukan survey ke sekolah dasar yang tak jauh dari rumah kost. Pada saat itulah kisah jenaka ini terjadi. Sesampainya disekolah, kawanku menyalami smua murid-murid SD yang sedang berbaris, satu persatu sambil menanyakan “Sagralmu wen, kelas Hide??...Sagralmu wen, kelas Hide??... Sagralmu wen, kelas Hide??.........”, Dengan gayanya yang mirip bung karno, ia terus menanyakannya sampai smua murid tersalami, aku tak yakin apakah ia akan mengingat smua nama murid dan kelas berapa ia berada tapi kawanku terus menanyakan pertanyaan yang sama.
Pada hari itu aku bersama relawan lainnya tertawa terbahak-bahak mendengar kisah ini dan kami saling bercanda dengan saling bertanya “Sagralmu wen, kelas Hide??....” pada malamnya sebelum tidur pun aku tertawa kecil mengingat kisah ini, dan kawanku pun keheranan kenapa aku tertawa sendiri disaat yang lainnya sudah terlelap, bahkan sampai sekarang pun aku masih tersenyum jika mengingat kisah ini.
Setelah 10 hari mengabdi di Burlah, hanya empat kosakata yang diingat oleh kebanyakan kawan-kawan relawan selain dua diatas yaitu “malai kusi” dan “gerebete”. Memang Desa Burlah meninggalkan banyak kisah yang jenaka yang mengharu biru, untuk kisah yang lainnya dapat dilihat di artikel bagus lainnya di blog ini, semoga menghibur…
Tuesday, 7 September 2010
Funny Story
Ada cerita lucu tentang pembimbingku di taiwan, dia menceritakan pengalaman pribadinya ketika hendak melamar istrinya. ketika ia masih lajang dan sudah berumur dan ketika orang tuanya menginginkan dia untuk segera menikah, pembimbingku memilih kontes jodoh sebgai tempat memilih pasangan hidupnya. Bagiku aneh sekali ketika seseorang hendak menikah namun belum punya pasangan kemudian memilih wanita yang akan menjadi pasangan hidupnya melalui sebuah kontes jodoh.
Kontes yang diadakan sekali dalam satu musim tersebut dihadiri oleh semua wanita dan pria yang sudah berumur tapi belum mendapatkan jodoh. Berbagai macam trik pun dilaksanakan, ada yang membagi kartu namanya kepada pasangan tetapi menurut pembimbingku itu adalah cara yang salah, karena ia pernah mencobanya tetapi gagal. Hahaha..
pembimbingku mengikuti kontes ini dua kali, pertama kali ia gagal karena melancarkan trik yang salah, namun yang kedua kalinya ia melancarkan trik yang lain yaitu berinteraksi langsung satu persatu dengan wanita yang ada. Ia mencatat skor berdasarkan penilaiannya kepada wanita tersebut, kemudian ia mengurutkannya dari skor paling tinggi ke paling rendah dan menyimpan alamat email wanita yang memiliki skor 10 terbesar.
Setelah pulang ke rumah, ia mengirimkan email kepada 10 wanita yang menurutnya bagus dan memiliki skor paling tinggi. Katanya hanya sedikit yang membalas email, dari 10 wanita yang ia kirim email hanya 2-3 orang saja yang membalas emailnya. Dan mulailah pertemuan itu, setiap minggu ia menjadwalkan kencan bersama ketiga wanita tersebut. Ia juga mencatat lelucon apa yang ingin dia katakan atau yang sudah ia katakan kepada satu wanita. Dan akhirnya pembimbingku menemukan wanita yang akan menghabiskan seluruh hidupnya bersamanya..
inilah sebagian cerita tentang manusia yang hidup di kota padat dan maju, semuanya hanya memikirkan diri sendiri dan pekerjaannya. Sampai-sampai masalah pasangan hidup pun terabaikan. Banyak dari penduduk sini yang bahkan sampai tua tidak menikah (mungkin tidak berhasil dalam kontes jodoh. Hehehe). Kebanyakan dari penduduk taiwan menikah diatas umur 30an. Memang hidup tidak mempunyai agama yang jelas, tumbuh besar, suka ria, party, kuliah, kerja, menikah, mengurus anak mungkin itulah rutinitas kebanyakan penduduk disini.
Mungkin kita bisa mengambil hikmah dari cerita lucu diatas, tak harus semuanya terpenuhi, seperti kehidupan yang kaya raya, teknologi yang canggih, tetapi kepenuhan batin adalah hal yang melebihi segalanya. Kepuasan beribadah kepada Tuhan, orang yang disayangi dan terpenuhinya tujuan hidup merupakan kepuasan yang melegakan hati.
Semoga menjadi pelajaran..
Wednesday, 1 September 2010
Ledakkan Potensimu
Live is never flat, begitu salah satu moto iklan yang ada. Hidup memang tidak sedatar ataupun securam yang kita kira. Semuanya bergantung pada kemauan dan sejauh apa mimpi yang kita punya. Ada yang mengatakan “tulislah mimpi indahmu dalam kanvas alam nyata ini, agar kami tahu seberapa besarkah mimpi yang kau miliki”. Ceritakan kepada semua orang tentang mimpimu, buat mereka merasakan manfaat keberadaanmu dan bahagia berada di sampingmu.
Kalau mimpimu tentang studi ke luar negeri ada sedikit motivasi yang ingin ku bagi, karena aku merasa bahagia menjadi warga Aceh. Hal inilah yang membuat mahasiswa dari daerah lain cemburu kepadaku. Ketika aku berdiskusi dengan mahasiswa dari berbagai daerah yang sedang melanjutkan studinya di Taiwan. Mereka susah payah untuk memperebutkan beasiswa dari universitas atau pemerintah Taiwan, sedangkan khusus warga Aceh sangat mudah untuk mendapatkan beasiswa terutama dari pemda. Dan sekarang jumlah mahasiswa aceh lebih dari setengah dari jumlah mahasiswa asing yang sedang belajar di taiwan dan mereka tersebar di berbagai universitas di Taiwan. Tak usah berbicara dari segi politik atau yang lainnya, yang penting kesempatan itu terbuka lebar, so mari gan,.. bro.. sis.. ledakkan potensimu, sehingga ledakan itu membuat dirimu terbang ke bumi formosa ini.
Kalau mimpimu menjadi aktifis terkenal yang stiap pernyataan dan tulisannnya dijadikan referensi, Indonesialah tempat yang paling subur untuk mengasah kemampuan orasi dan skill kepemimpinanmu. Karena organisasi massa ataupun organisasi mahasiswa tumbuh subur dalam kalangan masyarakat ataupun di setiap sudut-sudut kampus. Faktor inilah yang juga membuat mahasiswa dari Indonesia lebih siap berjuang dan tinggal di negeri orang ketika hendak melanjutkan studinya, karena kemampuan adaptasinya sudah diasah ketika berada di organisasi kemahasiswaan atau sedang berada di tengah-tengah masyarakat, so sigoe teuk wahei syedara, bek le lalo ngon taheu, ledakkan potensimu.
Mungkin hanya sedikit mimpi yang penulis bagi untuk kali ini, karena resah rasanya kalau tidak mengapdate article di blog ini. Banyak mimpi lainnya yang menurut sebahagian orang menganggap remeh ataupun ada yang menganggap presticious, but its all depends on you. Mungkin menjadi kasir adalah pekerjaan yang didambakan atau lebih tinggi kaa..sirr(seperti di salah satu iklan pelega tenggorokan). Just be yourself and choose your path. Tidak harus mengikuti trend masa kini atau arus yang sedang mengalir, karena ini adalah hidupmu dan hari ini adalah milikmu,..
Tuesday, 24 August 2010
Taiwanese Habit
Tulisan ini bukan bermaksud untuk ghibah atau memuja dari rakyat pribumi yang bermata sipit ini, tetapi lebih untuk mengambil manfaat serta pelajaran sehingga pembaca sekalian dapat mengambil hikmah, dan harapannya dapat sedikit merubah kebiasaan kita sehingga menjadi penduduk yang lebih maju dan berpendidikan. Yang terpenting juga manfaat bagi penulis sendiri, agar tak pernah lupa dengan pengalaman yang telah dijalani serta tetap konsisten dengan idealisme yang dipegang selama ini.
Setelah genap sebulan berinteraksi di bumi formosa (sebutan bagi negara Taiwan), banyak hal yang dialami, ada sedikit keluh kesah dan juga decak kagum. Kebanyakan kebiasaan dari penduduk taiwan patut di contoh, salah satunya mudah untuk diatur. Dari segi kacamata politik, Taiwan belum sepenuhnya merdeka, mereka belum mendapatkan pengakuan dari banyak negara, bahkan di paspor saya masih tertulis Republic of China. Namun, penduduknya tidak merasa resah dengan hal tersebut. Mereka hidup memang seperti di kota maju, memang kondisi masyarakat disini kebanyakan sudah sejahtera makanya gampang untuk diatur. Seperti halnya penduduk di kota-kota maju, di dalam berbagai hal mereka mendahulukan disable person, orang tua, ibu hamil dan anak kecil. Aturan lainnya juga kalau mau jalan lambat kita harus mengambil sebelah kiri dan cepat di sebelah kanan. Kalau mau buang sampah, harus dibedakan mana sambah yang recycle atau ga, dan banyak lagi peraturan yang lazim ada di negara maju. Masyarkat taiwan juga tidak banyak protes, mereka hidup dengan berusaha mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Yang mengherankan masyarakat taiwan seperti di hipnotis untuk hidup teratur, mungkin bagi kita yang agamis yang hidup teratur (semoga) wajar, tapi masyarakat disini pada umumnya tidak beragama, penulis sendiri kadang-kadang merasa malu jika melihat status di ktp.
Kebanyakan masyarakatnya “kutu buku”. Inilah sifat para akademisi dan mahasiswanya. Kebanyakan dari mereka tidak fasih berbahasa inggris atau pas-pasan, tetapi kalau ditanya tentang ilmu pengetahuan yang digelutinya mereka pasti bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Pernah pada saat training yang penulis jalani bersama akademisi di taiwan, kebetulan trainernya dari amerika dan kanada sehingga menggunakan bahasa inggris, dan kebanyakan akademisi taiwan tidak mendengar ulasan dari trainer, mereka sibuk mengutak-atik lamptopnya, tetapi ketika diperiksa, semua tugas yang diberikan siap dikerjakan bahkan ketika ditanya mereka bisa menjawab walaupun dengan bahasa yang pas-pasan. Mereka lebih suka mendalami permasalahan dan memecahkannya sendiri, hanya paman google yang menjadi teman setia.
Gemar berolahraga, mereka memang hobby berolah raga, bahkan terlalu hobby. Di setiap kampus-kampus sarana olahraganya begitu lengkap dan nyaman. Ada yang berolahraga di pagi hari, siang, sore bahkan malam. Pernah pada saat penulis bangun untuk shalat subuh, pas liat ke luar jendela, lewat kakek-kakek sedang joging, Luar biasa.
Dari hasil pengamatan, ada beberapa hal yang menjadi catatan dari rakyat formosa ini yaitu, Amerikan Minded. Kebencian terhadap pemerintah cina menghadapkan mereka ke pemerintah amerika. Dalam museum sejarahnya juga presiden pertama taiwan banyak bekerja sama dengan pihak amerika. Mungkin karena itu masyarakatnya juga tertular menjadi amerikanis. Mereka begitu menyukai basket dan softball. Kalau ada bule dari amrik atau eropa, mereka sangat senang untuk berfoto bersama. Professor-professor disini juga kebanyakan lulusan amrik. Mungkin dari segi politiknya pembaca dapat mengambil makna tersiratnya.
Sering kerja di malam hari. Jangan harap kalau kita mau belanja jam 7 pagi pasar-pasar udah di buka. Atau kalau mau ke kantor 7 pagi jangankan kantornya udah dibuka, busnya pun jarang. Itulah sifat dari penduduk di taiwan. Mereka sering online malam dan paginya tidur, kehidupan baru nampak sekitar jam 9 pagi, ketika matahari sudah dhuha. Mereka bekerja sampai larut malam, istilahnya lembur dan pada paginya balas dendam atau molor. Hehehe. Sebelum tidur biasanya mereka mandi dulu, dan ketika bangun langsung ganti baju pergi ke kantor, tanpa harus cuci muka bahkan mandi.
Cuek, sifat ini hanya ada pada remajanya. Kalau di kereta api atau bus, mereka tidak suka memerhatikan orang lain. Kalau anda berjalan telanjang pun, mungkin tidak banyak yang heran atau memerhatikan anda. Remaja disini pun tidak supel seperti di indonesia, mereka hanya berinteraksi dengan kawan yang sudah mereka kenal saja. Memang hidup di kota maju membuat masyarakatnya tidak peduli dengan sekitar dan hanya berinteraksi sekedarnya saja.
Sunday, 27 September 2009
Joke for English learners
Many people afraid to practice English, they said “I’m afraid if he knows my mistake” or “I shame to practice English”. One day, I watched television that presented about English. The man in the show said that “don’t afraid to the mistake, because we learn from our mistake”. We can’t be success if we never did a mistake. We cannot speak fluently if we never speak false word, or misspoke.
There a story about a person that study hard, work hard to practice English. He speaking English the way that he wants, he didn’t think about the formula. So, one day his friends come to his home, here the conversation:
His friend : (tok…tok…tok…) he knock the door
Person : who’s there..?
His friend : me...
Person : who..?
His friend : me
He wondered who it is, so he opens the door and…
His friend : hi, it’s me..
Person : Oo… you, I think who, know-know you (saya kira siapa, tau-tau anda)
What a funny story, the person shows his desire to practice English. We can laugh read this story, but we must learn to this person. He really want to speak English fluently, maybe at that time he make a mistake but in other time he will correct our mistake, because he make the mistake first and he learn from the mistake.
In Mathematics English Club (MEC) we also push the student, specially the organizer to practice English. Our program is “Saturday is English day”. At the time we launched the program many student practice English not only in Saturday but also in other days. But now, we didn’t hear student practice English even in Saturday. Maybe we have to give some punishment.
In the end of this article, I want to say, English is a language. English is not a knowledge or science. We learn it to practice, to use it in our live. We can’t know if there a student have a good capability in English if he didn’t speaking in English. So practice, practice and practice….
Monday, 16 March 2009
WHO SAID THAT WE ARE DIFFERENCE..?
In the law, we have the same right. It proved that we have a chance to advocate our self or advocated by someone else. So, we are not difference, it doesn’t matter that you are millionaire, businessman, poor man, executive, student, lecturer, governor and others, we still have the same right. So who said we are difference..?
In the election, we have the same right too. Chance to choose or to be chosen. It up to you, you want to use it or not. So who said that we are difference…?
Same as in education, we have same chance to have education. must learn 9 years. My lecturers said “I stand in front of you all, it doesn’t mean that I’m the cleverest person here, or I’m the best, the truth. It is only about time. I born first into this world so I stand here, if you born first, you will stand here and I will sit on that chair”. So, who said we are difference…?
But, I think a person will be appreciated by other people, if his desire to be better bigger than other. His effort to fulfill his dream, to be what he wants to, to make his dream come true stronger than his friends. That make us difference.
Thursday, 22 January 2009
3 strange ways to improve your English
First, buy unoriginal films or movie. In Indonesia there are many unoriginal film. It’s greater than original film. I’m not mean to broke the law, but it was really help my English. Because if you watch unoriginal film, you will not get the subtitle. So while you watching you have to read to dictionary. It will rich your vocabulary. Not only your listening will improve, but you will also learn how they speak, you know, speaking is one of the most important part in English. So, after you watch a film, remember the word and try to pronounce it. If you don’t have much money, and you are college student, it’s okey, because you still can get the film, and the film that you will get, more than if you use your money. The way to get it is with internet. In Unsyiah and MIPA we have internet connection, so you just have to sit in campus for hours and download the movies or films. I suggest to watch these film, because beside the stories are interesting the pronunciation is good, so it easy to understand what the actors or actress said. They are Alvin and the chipmunks, beautiful mind, journey to the center of the earth, upin dan ipin, vantage point, surf up. You can get the film by download in internet. Just click at the name of the film.
Second, listen to west music. I’m not mean to be a traitor because not suggest to listen Indonesian music, but we have to improve our English, so we can improve our knowledge and we will built this country to the better future. It’s my dream.So if wanna catch your dream, you have to study hard and don’t forget to study smart. This way is one of the way to study smart.After you listen to a song, try to to find out the meaning, so it can rich your vocabulary and don’t forget to practice the words. There are many good songs to listen. Again use the internet connection in your campus to download the song. But if you want to get the original song, please visit music store closest to your home.
Third is try talk to yourself, again its sound strange. But after watching unoriginal films, after listening west song, you have to practice the word that you have remembered, and practice the pronunciation. I used to do it till now. Sometimes if you angry to yourself, because of you did something wrong or you get bad mark and you must feel regret. Positive way to make it better is talk to yourself but in English. Why you did that, or why you weren’t study or why you weren’t think before did that. Talk to yourself, but don’t do it in canteen or market or in a bus, people around you will say, you are insane. And don’t try in bathroom because its impolite but try to talk in the way you go to campus, student usually use their motorcycle to campus. no one will hear your voice while you are riding your motorcycle.
There were my way to improve my ability in English, I just want to share it to you. You should to practice it but if these ways didn’t give any advantage to you, you must try other way in other articles or books. Just never give up !!
Hope the best for you.
Kenapa kita tidak membagi jadwal kita dalam perjam bukan perhari ?

Ujang : li, hari kamis abes ashar kita ada acara ya ?
Ali : acara apa, waduh saya hari kamis tidak bisa, ada kuliah.
Ujang : Ooo.. ya sudah kalau kamu tidak bisa, padahal acara keren abess
Ali : iya saya tidak bisa. Saya sibuk sekali.
Ujang : memangnya jam brapa kamu kuliah ? kluarnya jam brapa?
Ali : jam 10 sampai jam 12 dan jam 2 sampai jam 4.
Ujang ; trus, setelah itu ?
Ali : Mmmmm….
Ujang : ada kuliah lagi ?
Ali : tidak ada.
Ujang : brarti kamu bisa ikutan dong ke acaranya.
Ali : iyaya, ok saya akan datang.
Semua orang sibuk, semua orang pasti punya pekerjaan masing-masing. Bukankah melamun itu juga suatu kesibukan ? jadi kita semua sibuk, sibuk berkhayal, sibuk tidur, sibuk isi TTS, sibuk belajar, kuliah dan lain-lain. Namun kita bisa melakukan beberapa kegiatan dalam satu waktu tanpa harus mengurangi hasil yang diperoleh. Tips tersebut ialah mari bagi jadwal kegiatan kita perjam bukan perhari.
Jika kita membagi jadwal kegiatan kita perjam maka dengan begitu kita dapat melakukan beberapa kegiatan sekaligus dalam sehari. namun jangan terlalu ketat terhadap jadwal anda, misalnya anda masuk kuliah dari jam 8 sampai jam 10, jangan langsung anda menambahkan jadwal selanjutnya misalnya dari jam 10 hingga 12 mengikuti rapat. Ini tidak efektif, lebih baik anda melonggarkan 10-15 menit untuk rehat sekedar bercanda dengan kawan atau berbicara santai sehingga anda tidak mudah bosan dan kelelahan. Setelah itu anda baru melanjutkan kegiatan anda dengan rapat atau kegiatan lainnya.
Di awal tulisan ini saya menuliskan contoh percakapan antara 2 mahasiswa yang dimana si Ali membagi waktunya perhari, sehingga ia pada hari tersebut hanya kuliah dan tidak melakukan kegiatan yang lainnya Padahal jika ia pandai dalam membagi waktu ia masih mempunyai banyak sekali waktu luang yang dapat dipergunakan untuk membaca buku, pergi ke internet atau kegiatan positif lainnya.
Terkadang inilah yang menjadi faktor penyebab kenapa kita kurang produktif. Seharusnya menjadi mahasiswa merupakan suatu wadah pembinaan. Bukan hanya dalam segi akademis, tapi juga segi psikis, ketrampilan, wawasan dan pola pikir. Jika kita menjadi mahasiswa hanya untuk meningkatkan sisi akademis, hal itu telah kta lakukan selama 12 tahun lamanya, yaitu mulai SD sampai SMA. Kita harus menjadi mahasiswa yang berwawasan global tapi mempunyai keahlian khusus. Misalnya jika ditanya tentang politik kita nyambung, tentang kesehatan kita tahu dan tentang matematika kita ahlinya.
Jika kita hanya menginginkan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tak harus di bangku kuliah, lebih efektif jika kita duduk berjam-jam di pustaka atau di warung internet yang ada. Namun jika kita ingin membina segala hal demi menapa dunia kerja yang kita inginkan tak cukup dari segi akademis. Ada seorang dosen yang bekata “jika saya punya sebuah perusahaan dan perusahaan saya sedang membutuhkan beberapa karyawan, ketika saya akan merekrut karyawan baru maka saya tidak akan mensyaratkan kepada pelamar, ia harus sarjana. Saya akan langsung mewawancara calon karyawan saya dengan pertanyaan : apa yang kamu bisa ? apa yang akan kamu berikan kepada perusahaan ini jika kamu bekerja nantinya ?”
Oleh karena itu, mari susun jadwal kegiatan kita serapi mungkin. Agar kita menjadi insan yang produktif. Ini tak lain hanyalah bertujuan agar kita dapat mengatur diri sendiri dan juga dapat melakukan semua kegiatan sebaik dan semaksimal mungkin. Semoga tips ini berguna bagi semua pembaca. Saya sendiri juga sedang membiasakan diri untuk menjadi mahasiswa yang produktif..
